FLOATED STORY
Cast : Cho Kyuhyun
Park Sungrin (oc)
Genre : romance, tragedy
Rating : PG-13
Length : oneshoot
Disclaimer : all casts are belong to god, their parents, and their agency ^^. But, the story is pure by me.
Happy reading
.
.
.
Ini adalah tulisan yang tentang kisah cinta dan persahabatannyang kutemukan di dalam botol yang mengapung di pantai. Aku tak mengubah apapun. Sepenuhnya, ini adalah tulisan seseorang bernama Cho Kyuhyun.
********************************************************************************************
Me, Her & Time
Aku menulis ini, karena aku tak yakin apa aku masih punya cukup waktu untuk menceritakannya. Aku juga akan membuang ini ke laut agar suatu saat nanti, seseorang akan tau kisah kami.
Ini adalah kisah tentangku, Park Sungrin dan waktu. Kami bertemu untuk pertama kali di sebuah senja yang hangat di atap bangunan putih Crown hospital. Kami sama-sama berdiri di pinggir, merentangkn tangan sambil merasakan hembusan angin. Sama-sama membayangkan apa yang terjadi jika tubuh kami melayang ke bawah. Sama-sama lelah menjalani hidup dan berpikir jika mati adalah jalan terbaik. Tapi, sebelum itu terjadi, kami sama-sama tersadar akan sesuatu. Tersadar akan keluarga yang selalu mendukung kami, tersadar akan kasih sayang mereka terhadap kami dan tersadar akan betapa berharganya waktu yang masih Tuhan berikan untuk kami.
Sejak saat itu, kami menalin sebuah hubungan persahabatan dan membuat perjanjian yang sedikit bodoh menurutku. Kami berjanji untuk berdoa pada Tuhan dengan doa yang sama. Memohon agar Tuhan bersedia untuk membagi waktu salah satu dari kami yang lebih banyak pada salah seorang di antara kami yang memiliki waktu yang lebih sedikit, sehingga kami memiliki sisa waktu yang sama di dunia ini.
Kami semakin seiring time up kami yang semakin dekat. Mungkin juga kedekatan kami dikarenakan semua persamaan yang kami miliki. Sama-saa terkurung di rumah sakit yang membosankan ini. Sama-sama darah yang buruk. Hahahaha . . . .
Aku sudah lama menderita karena Leukemia. Aku seperti tak bisa hidup tanpa obat. Setiap saat harus siap menahan sakit karena jarum dan merelakan tubuhku di masuki bermacam cairan asing. Dan Sungrin, dia sudah lama hidup dengan Thalasemia mayor. Penyakit itu ia dapatkan dari ibunya yang mengidap thalasemia minor. Bisa dibilang dia hidup karena darah orang lain. Thalasemia adalah keadaan di mana sel darah merah memiliki usia yang lebih pendek dari umur normal (120 hari) mengakibatkan sel darah merah rusak sebelum sempat beregenerasi.
Hal yang sama-sama kami benci adalah tidak bisa pergi ke tempat yang kami inginkan, bermain ke taman, membeli banyak es krim, merasakan pasir hangat di pantai, menonton konser music, dan masih banyak hal lain yang malas ku tulis. Hehehehe . . .
Jadi, untuk mengisi waktu kami sering jalan-jalan di taman rumah sakit, bermain ayunan di bangsal anak-anak, menonton film di laptopnya, dan tak jarang juga kami hanya termenung dan menagis tanpa sadar.
Semakin lama, aku semakin sadar akan perasaanku. Aku tak hanya menyayanginya, tapi aku mencintainya. Sepertinya, aku melanggar janjiku karena saat itu aku berharap sang waktu membiarkan kami bersama. Dulu, aku siap saja jika Tuhan memanggilku, tapi sekarang aku akan berikan apapun agar Tuhan mau memberikanku sedikit lebih banyak waktu.
Tapi, bukankah permintaan, harapan, dan doa hanya punya dua pilihan ? dikabulkan dan ditolak. Dan aku berharap, permintaan kami ditolak dan permintaanku dikabulkan. Hee . . .
Dan sepertinya, permintaan kamilah yang di kabulkan. ….
7 hari yang lalu, keadaan sungrin memburuk dan koma. Karena selalu melakukan transfuse darah, tubuhnya kelebihan zat besi dan menumpuk di otot jantung. Hal itu menyebabkan sungrin mengalami gagal jantung. Aku tau dia sudah terlalu lelah untuk bertahan dan memilih untuk menyerah lebih dulu. 2 hari yang lalu, sungrin pergi untuk selamanya tanpa pamit padaku ataupun pada umma dan appanya. Aku duduk tak jauh dari ranjangnya waktu itu, melihat ummanya menangis sambil menggenggam tangan putrinya. Sedangkan appa sungrin berusaha tegar menenangkan istrinya. Aku ? aku beranjak keluar dan terduduk di luar. Menangis. Bahkan rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.
Sekarang, setelah 2 hari berlalu. Aku tau dan mengerti maksud Tuhan. Bahwa Dia mengabulkan permintaan kami. Aku rasa waktuku sudah hampir habis.
Tolong …. Siapapun yang menemukan ini, aku punya satu permintaan terakhir, karena aku tidak punya waktu lagi, aku ingin kau yang melakukannya.
Tulis namaku Cho Kyuhyun dan namanya Park Sungrin di seuah gembok. Pergi ke namsan tower. Setelah menguncinya, buang kuncinya sejauh yang kau bisa. Oke ??
Dan dokter kim, aku menyuruhmu membuang ini ke laut kenapa kau membacanya ?
Hhh . .. . tapi tak apalah. Dan dokter, biarkan orang lain saja yang melaksanakan permintaan terakhirku. Kau sudah terlalu banyak berkorban untukku. Heheheee ….
Last,
Hargai waktu yang masih Tuhan berikan untukmu.
Good bye ^^
CHO KYUHYUN
********************************************************************************************
Aku melipat kertas itu dan menyeka pipiku yang basah. Cho kyuhyun, siapapun dan di manapun kau, entah kau asih bertahan atau kau sudah lelah dan memilih untuk menyerah, terima kasih telah mengajarkan pelajaran berharga. Bersyukur dan menghargai waktu.
Jangan khawatir, aku pasti akan melaksanakan permintaan terakhirmu.
Tenanglah di sana ….
Bersama orang yang kau cinta ….
.
.
THE END
^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar